Minggu, 19 Juni 2011

06.41 - 1 comment

dia tak tergantikan di hatiku

terdiam dan membisu, itulah yang bisa ku lakukan saat ini. berharap akan terulangnya waktu dimana aku bisa bersamamu kembali. Tapi ku rasa itu mustahil, sekarang kau sudah jauh entah dimana. kau tinggalkan aku sendiri dan membisu begini karena kepergianmu. aku tak menyangka kebahagiaanku hilang ketika hari itu tibaa...
"ara sayang, oni sayang bgt sm ara. jangan tinggalin oni yah? janji?" kata-kata itu masih terniang di telingaku sampai saat ini. aku blum bisa menerima kejadian pahit ini. dalam hatiku bertanya "siapa yang salah atas kejadian ini?" aku tak tau harus bagaimana. aku ingin meluapkan kemarahanku ini, tapi pada siapa? batinku tersiksa, dan tak bisa berkata apa-apa.

"raaaa,,, raraaa.. " teriak teman baikku yang sedang mengejarku. "kenapa sih? sampe ngos-ngosan gitu?" tanyaku padanya. "ada hal penting yang pengen aku omongin ke kamu!" jawabnya sambil memegang dada, "tenang dulu, sabar.. sabar, emang mau ngomong apa sih?" tanyaku lagi padanya dengan rasa penasaran. "gini raa,, si doni nyuruh aku buat nitipin salamnya ke kamu. makanya aku lari ngejar kamu tadi." "hah? masak sih? kok ga mau ngomong langsung ke akunya sih dia? ada-ada aja nih doni ah" "iya, ngerepotin aku lg, duuhh.. mungkin dia malu kali ketemu kamu ra, hehe" "ah, sotoy kamu, wuu.." kataku sambil memegang kepalanya. "jadi gimana nih ra? bales dong salamnya!" "iya..iya, bilang ke doni salam balik dari rara yah? makasi mimi cantik, hehe" "wuu,, ada perlu aja aku di bilang cantik, dasar rara. heemm.. pulang yuk ra? aku ada janji nih mau ngedate ama seseorang" "iii, dasar centil, yuk kita capcus."
"akhirnya, nyampe di rumah juga. huh, capek" aku langsung merebahkan badanku diatas tempat tidur. tiba-tiba greett..greett.. "aduh, HPku geter. dari siapa ya? ga biasanya ada sms jam segini." karena penasaran aku cepat-cepat membuka sms tersebut. "hah? siapa sih punya nomernya nih? GJ banget mau minta kenalan, iyuuh" tanpa berpikir panjang aku lalu ngeSMS mimi, siapa tau dia yang mengerjai ku. tapi dia tidak mengakuinya, dengan terpaksa aku menanyakan ke nomer tersebut, siapakah dia? setelah membaca balasan dari sms tersebut, aku lalu tertawa kegirangan. perasaanku saat itu sangatlah beraneka ragam. ternyata sms itu dari doni. setelah lama kita cemesan, semakin hari semakin aku menyayanginya begitu pun pada doni. dan akhirnya doni nembak aku. aku tak tau harus jawab apa padanya, sebenarnya aku ga pengen pacaran dulu, tapi aku ga bisa membohongi perasaan ini. dengan terpaksa aku menerimanya.
"ciiee...ciiee.. yang baru jadian" mimi meledekku. "ii? apaan sih? ga usah haibring gitu, knapa sih? wuu." jawabku pada ejekan itu. "iya deh iyaa, ngomong-ngomong PJnya uda di sediain kan?" sahut mimi. "apaan tuh PJ? firasatku jelek nih" "itu loh, Pajak Jadian, pura-pura ga tau lagi." "enak aja, aku lagi bokek nih, minta sama doni gih!" "heemm, kamu kan pacarnya, mintain dong ke dia.. hehehe" "kasian tau anak orang!" "iya deh, maaf.. cuma becanda doang kok" "iiih, mimi jail ah, ke kelas yuk?" "wokeh"
"raraaa... raaa.." tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggil namaku. tanpa berfikir panjang kepalaku langsung menoleh ke arah belakang, ternyata doni memanggilku dan menghampiriku. "hekhem, yang baru habis jadian nih. blm apa-apa uda kangen-kangenan nih. hmm, aku ke kelas dlu deh ya? daaaa" mimi lalu meninggalkan kami berdua. dengan rasa canggung aku berbicara pada doni "knapa manggil-manggil? malu tau? hehe", "engga, aku pengen ngajak kamu ke kelas bareng, gimana?", "lho? kan kelas kita beda." "iya, sini aja. aku anter sampe kelasmu yah?" "iyaa iyaa, wuu, bawel" doni lalu memelukku erat, dan mengantarku ke kelas. dangan rasa sedikit canggung dan malu, aku berusaha PD berjalan bersama doni di depan tmen-temen. bel istirahat berbunyi, aku kaget melihat doni yang sudah ada di depan kelasku, dia membawakan makanan untukku. dan kami makan bersama di depan kelas. "aiss, co cuwit deh kalian. sayangnya aku lagi jomblo nih, jadi ga bisa kaya kalian deh." "ii, bisa aja deh kamu" sahutku malu-malu. begitu juga pada doni. setelah lama menjalani hubungan. doni tidak pernah mengecewakanku. dia selalu buat hari-hariku lebih berarti. dan pada hari jadi kami yang terbilang masih seumur jagung, kami berencana berjalan-jalan bersama. doni menjemputku sampai di depan rumah. "araaa,, ayoo dong cepeett... biar ga telat nih.. keburu filmnya uda mulai tuh" teriak doni yang sedang menunggu di depan rumahku. "iya..iya sabar ahh.. nii bentar lagi lese kok.. bawel kamu."
setelah kami menonton film, doni memberikan surprise padaku. dia memberiku sebuah album foto. "araa sayang, oni sayang banget sama ara, jangan tinggalin oni ya? janji? simpen album ini baik-baik yah! kalau misalnya aku ga ada, kan kamu bisa liat foto-foto ini, terus araa ga kangen lagi deh sama oni. hehe." "iih? kok ngomong gitu sih? pastilah bakalan tak simpen baik-baik. ini kan pemberian dari kamu sayang. ara sayang banget bangeeeet ma oni" kataku sambil memukul pelan bahu doni. "hehe, kan siapa tau oni pergi gitu, trs ara kangen.. hehe, yaudah, kita makan yuk? kamu pasti laper kan? abis seharian jalan-jalan. hihi." "iyaa,, ara laper banget nih.. tau aja kamu yang." dan dia lalu mengajaku makan di emperan jalan. walau di emperan, bagi ku itu sangat berkesan karena itu adalah tempat terakhirku bersamanya. setelah kami selesai makan kami berencana untuk pulang, sebelum pulang doni memberikan kecupan kening terakhir untukku. "udah kenyang kan?" tanyanya padaku. "udaa sayang, sayang gmana nih?" jawabku padanya. "udah juga kok. maaf yah, aku cuma bisa ngasi kamu segini aja. biarpun aku ga bisa ngasi kamu fasilitas yang mewah dan mahal, tapi aku bakalan ngasi kamu kasih sayang yang berlipat-lipat khusus buat kamu kok, hehehe" "tuh kan mulai lagi. emng knapa sih? kok perasaanku ga enak gini ya? ada masalah?" tanyaku padanya dengan rasa penasaran. "engga kok, cuma iseng aja.. uda ah, kita pulang yuk?" "yukk" doni memelukku erat dan mencium keningku. setelah itu, kami langsung menaiki motor dan pulang. di perjalanan, kami bercerita banyak. saking asik bercerita doni sampai lupa berhenti di perempatan jalan, dia lalu menyebrang seenaknya, tiba-tiba mobil menuju ke arah kami. motor kami pun tak terkendali dan akhirnya mobil itu menabrak kami. doni sempat tak sadarkan diri, dan aku terdampar tak berdaya di sebelahnya. aku hanya bisa melihatnya tertidur dan mengeluarkan banyak darah. tanpa tersadar oleh kami, tiba-tiba kami berada di rumah sakit. aku terbangun dan doni sudah tak ada bersamaku lagi. aku berusaha mencarinya, dia ternyata berada di UGD dan mengalami koma. kondisi doni sedang kritis, dan aku hanya bisa melihatnya lewat kaca pintu saja. aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. dan akhirnya orang tua kami datang. mereka bertanya padaku tentang kejadian itu. aku tak sanggup mengatakannya pada mereka, aku lalu menangis di pangkuan ibuku. aku tak kuat melihat semua ini. dokterpun menghampiri kami semua. dia memberi tahukan bahwa doni sudah tidak dapat di tolong lagi. sejenak aku kaget, aku melihat ke arah dokter tersebut. aku pikir ini hanya sebuah lelucon kecil buat kami. tapi setelah aku perhatikan dokter tersebut, raut wajahnya tampak serius untuk hal ini. air mataku menetes sedikit demi sedikit. dan akhirnya aku memanggil nama doni sekeras-kerasnya. tapi itu ga bakal berhasil buat doni balik lagi ke pelukanku. doni lalu di bawa ke kamar jenazah, dan aku histeris melihatnya. aku tak sanggup untuk kehilangannya.
setelah beberapa hari kehilangannya, aku lebih suka menyendiri dan menjadi lebih pendiam. tapi, hal itu akan merugikan ku sendiri. aku harus bangkit dari keterpurukan ini. doni akan selalu ada di hatiku, selalu menemaniku dan dia akan selalu menjagaku dari sana. dan aku percaya itu.



SELESAI


thanks for the reader, i hope you enjoy this :)

by : nanda
SMAN 3 DENPASAR










1 komentar:

sad ending uu jelek nan :P
ruth yp

Posting Komentar